Meneladani Kakek Musa, Tukang Tambal Ban yang Tidak Memungut Bayaran Lebih

  • Whatsapp

Setelah selesai menyiapkan semua peralatan untuk pekerjaannya hari itu, beliau duduk di bangku kecil sembari menatap setiap pengendara yang lewat. Seember penuh air berada tak jauh dari jangkauannya. Sepeda tua yang selama ini menemaninya kemanapun terparkir di dekatnya.

Tak ada yang bisa dilakukan oleh beliau selain menunggu. Lapaknya yang sederhana tidak memiliki atap. Beliau hanya menjadikan tempat itu sebagai tempat mangkal. Teriknya matahari sudah menjadi sahabat. Namun tidak dengan hujan yang turun. Beliau sudah siap sedia membawa payung. Siapa tahu hujan turun hari itu.

Read More

Lapak kecilnya itu ada di trotoar pejalan kaki, persis di depan Shangri-la Residence, Jakarta. Tak banyak peralatan dalam lapak itu. Tak ada ban baru, hanya ada dua buah ban dalam, sebuah pompa sepeda, dan peralatan tambal ban tradisional. Namun dengan kemampuannya dan peralatan yang seadanya, beliau mampu mengatasi segala keluhan ban bocor.

Siapa Sosok Kakek Musa?

meneladani-kakek-musa-tukang-tambal-ban-yang-tidak-memungut-bayaran-lebih

Pemilik lapak kecil itu bernama Kakek Musa. Baginya, tak ada ban yang tidak bisa diperbaiki. Semua ban bocor dan rusak bisa diperbaiki oleh beliau, mulai dari yang bocor biasa sampai yang ban dalamnya robek dan rusak sulit sekalipun.

Sembari melempar senyum, kakek akan memperbaiki ban milik para pengendara yang bocor atau rusak. Alih-alih meminta pengendara tersebut untuk mengganti dengan ban baru, sebisa mungkin kakek akan memperbaikinya. Bahkan ketika para pengendara berpikir ban miliknya tak bisa digunakan kembali.

Sesulit apapun pekerjaan yang harus dilakukan kakek untuk memperbaiki ban, kakek tidak memungut biaya tambahan. Pengendara akan dikenakan tarif yang sama. Hal ini dilakukan karena kakek sangat mengerti bahwa tidak semua pengendara memiliki uang lebih untuk mengganti ban mereka.

Setiap hari, kakek menuju lapaknya sambil menuntun sepeda tua yang berisi peralatan tambal ban miliknya. Rumahnya terletak di perkampungan yang dekat dengan Stasiun Karet, tidak jauh dari lapaknya biasa beliau mangkal.

Kakek tidak membuka lapaknya setiap hari. Lapaknya buka setiap hari senin hingga jumat saja. Hari sabtu dan hari minggu libur. Biar seperti PNS, katanya.

Di umurnya yang memasuki 90 tahun, kakek masih semangat mencari nafkah dengan menawarkan jasa tambal ban. Baginya, ini bukan sekedar profesi untuk mendapatkan pundi-pundi rupiah, namun juga bisa membantu orang-orang yang sedang kesusahan.

Kebaikan untuk Kakek Musa

Kegigihan dan ketulusan Kakek Musa tentu mampu menginspirasi siapapun yang membacanya. Kitajuga bisa menularkan semangat berbagi yang dimiliki Kakek Musa dengan berkontribusi secara nyata, baik kontribusi langsung maupun tidak langsung.

Kita bisa berbagi kebaikan kepada sosok-sosok inspiratif seperti Kakek Musa yang ada di sekitar kita. Cara yang paling mudah adalah dengan menggunakan jasa beliau ketika membutuhkan. Namun sebelum memberikan kebaikan kepada orang lain, akan jauh lebih baik jika kita memulai kebaikan dari orang terdekat kita yaitu keluarga.

#AwaliDenganKebaikan dari diri sendiri dan keluarga terlebih dahulu sebelum memberikan dampak kebaikan yang lebih luas bagi sekitar. Kita bisa memulainya dengan cara memberikan perlindungan maksimal melalui Produk Asuransi Syariah dari Allianz. Produk asuransi ini akan melindungi kita dan keluarga dari risiko kerugian finansial yang mungkin terjadi.

Dari kebaikan yang dimulai untuk keluarga, kita bisa secara langsung berkontribusi dalam program sosial yang dijalankan oleh Allianz. dengan memiliki produk Asuransi Syariah Indonesia dari Allianz, sebagian dana yang kita setorkan akan diberikan kepada sosok-sosok inspiratif yang membutuhkan seperti Kakek Musa. Di luar itu, kita bisa memanfaatkan fitur wakaf jika ingin memberikan kontribusi lebih.

Mari awali dengan kebaikan untuk kebaikan yang lebih besar bagi sekitar.

 

sumber:

http://ketimbangngemisjakarta.or.id/jasa-tambal-ban-kakek-musa-banyak-pengendara-tak-punya-uang/

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *